Minggu, 12 Mei 2019

Fanfiction: Lee Felix Skz
Cerbung: You Know Why?

***
Hari ini seperti hari-hari biasanya, aku mengejar langkah nya yang lebar penuh penekanan. Selalu berusaha menyamakan langkah ku dengan nya agar kami dapat berjalan berdampingan dan terlihat seperti sepasang kekasih yang akur.

Dalam hati ingin rasanya ku genggam erat tangan nya, menarik nya dan menyuruh nya berhenti berjalan. Sesekali aku juga ingin dilihat olehnya, bukan hanya aku yang melihat nya dengan tatapan memuji.

Apakah aku sanggup? Apa aku yakin bisa mempertahankan binar dimata ku bila ia terus berusaha menjauh?

Atau aku sudahi saja semuanya?

Apa aku perlu berhenti untuk mengejar nya walau sesekali?

Ah, tidak. Tidak mungkin aku seperti itu. Kalau aku pergi, nanti siapa yang akan menemani nya berjalan? Aku takut dia tersesat, karena aku peduli padanya. Aku takut dia akan merasa kehilangan kalau nanti tak ada lagi seseorang disisinya. Cukup sekali ia pernah merasakan rasanya kehilangan seseorang. Dan aku berjanji, ia tidak akan pernah merasakan nya sekali lagi.

Walaupun dia tampak berbeda sekarang, tapi aku yakin, dalam hati nya dia masih Felix yang dulu. Hanya saja dia sedang terpukul, ya, aku yakin seperti itu.

***

"Felix, aku bawain cheesecake kesukaan nih, khusus buat kamu. Kamu makan, ya?" Kataku sambil tersenyum melihat Felix yang sedang duduk menyandar di bangku taman.

Tidak ada respon. Felix hanya menatap kue yang aku sodorkan dengan tatapan kosong.

"Felix, ayo dong." Lagi. Aku merayunya untuk segera menerima kue yang kuberikan.

"Felix,"

"Lee Felix,"

"Apasih, ganggu aja. Pergi sana!"

Raut wajah ku seketika berubah murung. Felix yang seperti ini rasanya seperti ada orang lain yang menggantikan pikiran nya. Dia masih Felix yang aku kenali kalau aku lihat dari fisik nya. Tapi rasanya beda, hatinya yang sekarang ini bak batu intan, berkilauan tapi keras dan tak bisa ku genggam. Felix berbeda, dia tak seperti dulu lagi. Aku tak kenal dia, aku tak mengenal nya lagi.

"Felix...," Gumam ku pelan dengan suara yang bergetar. "Yaudah, aku taruh kue nya disini, ya. Aku pergi dulu, bye bye Felix." Lantas setelah aku meletakkan kue itu di samping Felix, aku pun beranjak pergi menjauh dari nya.

Beberapa langkah ku menjauh, sayup-sayup telingaku mendengar suara benda yang dibuang ke tempat sampah. Suaranya tidak keras, tapi cukup terdengar jelas dan aku bisa memastikan nya kalau itu adalah suara benda yang dibuang.

Setelah berjalan cukup jauh, sampai felix tak bisa melihatku, aku menoleh ke belakang. Dan cheesecake yang aku berikan sudah tidak ada lagi ditempatnya semula.

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar